Hotman Paris Tanggapi Kasus Nuril, Guru yang Dilecehkan Kepsek tapi Malah Masuk Penjara!

Menanggapi kasus Baiq Nuril Makmun, mantan guru honorer SMAN 7 Mataram yang divonis enam bulan penjara serta denda sebesar Rp 500 juta karena kasus perekaman konten kesusilaan oleh Mahkamah Agung (MA), pengacara kondang Hotman Paris Hutapea akhirnya ikut angkat bicara. Seperti dilansir dari cnnindonesia.com (17/11/2018), Hotman Paris bahkan meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk ikut membantu menyelamatkan Nuril.

Baiq Nuril (foto: cnnindonesia.com)
"Untuk Presiden Jokowi, saya dan atas nama 300 juta penduduk Indonesia minta agar pak Jokowi tolong cegah jangan sampai Nuril masuk penjara," kata Hotman Paris lewat akun instagramnya @hotmanparisofficial, Jumat (16/11/2018).

Hotman Paris (foto: kapanlagi.com)
Hotman Paris sendiri mengaku sudah membaca kasus dan hasil putusan sidang pengadilan yang dijatuhkan terhadap Nuril. Hotman pun yakin bahwa Nuril sebenarnya adalah korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh sang kepala sekolah. Hotman menilai ada kejanggalan jika pengadilan sampai memvonis Nuril dengan hukuman penjara dan denda sampai Rp 500 juta. "Jangan sampai menyesal Pak Jokowi. 300 juta Indonesia sangat mengharapkan uluran tanganmu," tegas Hotman Paris.

Baiq Nuril (foto: tribunnews.com)
Hotman Paris menyarankan Jokowi agar segera memerintahkan Jaksa Agung M Prasetyo dan Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menunda pelaksanaan eksekusi. "Sudah banyak contoh kasus yang ditunda eksekusinya," jelas Hotman. Seperti diketahui, Mahkamah Agung (MA) telah memutuskan Nuril bersalah karena melanggar Pasal 27 ayat 1 UU ITE. Nuril dianggap bersalah karena telah menyebarkan informasi elektronik yang mengandung muatan asusila.

Baiq Nuril (foto: tribunnews.com)
Nuril sendiri sebelumnya mengaku sering dilecehkan oleh Kepala Sekolah SMAN 7 Mataram, Muslim. Bentuk pelecehan tersebut adalah ketika Muslim menceritakan pengalamannya berhubungan seksual dengan wanita lain yang bukan istrinya lewat sambungan telepon. Merasa tak nyaman dengan hal itu sekaligus ingin membuktikan bahwa dirinya tidak punya hubungan gelap dengan sang kepala sekolah seperti yang dituduhkan orang-orang, Nuril pun merekam pembicaraannya dengan Muslim. Namun sayang rekaman tersebut malah tersebar di luar kehendaknya. Tersebarnya rekaman itulah yang kemudian dibawa Muslim ke ranah hukum. Meski di tingkat PN Mataram, Nuril dinyatakan tak bersalah, namun ketika jaksa mengajukan kasasi, Nuril malah dinyatakan bersalah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siswi Ini Bunuh Diri Setelah Disuruh Jadi Pelacur Sama Gurunya, Karena Telat Bayar Iuran

Nekat Perk0sa Janda Cantik, Remaja Ini Burungnya Diremas Hingga Dia Tewas

Tak Kuat Layani Istri Minta 'Jatah' 10 Kali Sehari, Suami Lapor Polisi