Rumahnya Sering Didatangi Orang Penting, Warga Dibuat Kaget Saat Tau Kelakuan Kakek Ini

Abah Roba, pria tinggi dari Rawasaban ini begitu baik kepada semua orang.
Sifatnya yang tidak pemilih kepada siapa pun menjadikannya banyak dikagumi.
Saat masih tenaganya kuat, kakek ini tidak pandang bulu dalam memilih pekerjaan, pekerjaan apapun yang hal dan bisa dikerjakannya siap untuk dilakukan.
Memang, mata pencaharian utamanya adalah seorang petani padi. Namanya petani, penghasilan yang didapat hanya pada saat panen saja.
Panen di desanya terjadi dua kali dalam setahun, itupun harus bergantung pada air hujan dan aliran sungai. Belum lagi harus waspada setiap saat kepada hama yang ada di sawah.
Tapi, dengan kegigihan sikapnya, panennya pun dapat dikatakan sukses. Dari hasil panennya tersebut disimpan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, walaupun tidak pernah mengenyam bangku sekolah, bapak ini tidak pernah menunggak uang sekolah untuk anaknya.
Anak yang ia biayai sebenarnya bukan anak kandung, tapi karena tidak ada rasa pembeda maka ia tetap menyayangi seperti anak kandungnya sendiri.
Mereka saling melindungi satu sama lain. Pria kelahiran 1943 ini tidak pernah pilih kasih, semua anggota keluarga sama rata.
Memberikan keadilan pada masing-masing individu sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Prinsip yang dipakai, tetaplah hidup sederhana dan perbanyak bersyukur atas nikmat yang sudah diberikan Sang Maha Pemberi Kehidupan.
Abah Roba tidak pernah absen salat berjemaah di musala, walaupun dia sibuk sebagai petani, beliau selalu menjadi muazin. Sesekali beliau tidak azan warga kampung pasti bertanya-tanya tentang keberadaan_ nya.
Kadang suatu waktu beliau tidak azan karena jatuh sakit, banyak warga berbondong-bondong menjenguknya. Bahkan pak RT, pejabat pejabat penting ikut serta menengoknua. Banyak warga yang peduli dengan beliau, padahal beliau bukan orang kaya atau pun orang ternama.
Karena kepedulian beliau kepada semua orang akhirnya warga pun menjadi peduli dengan dia.
Setiap ada yang pergi haji beliau rela mengantar, memonggok tas besar orang hajian bahkan menginap di rumah keluarga hajian tersebut. Semua yang dilakukannya secara ikhlas dan tidak mengharap imbalan apa pun.
Beliau bacakan surah-surah pilihan setiap malam jumat, banyak warga yang meminta doa darinya dan banyak juga warga yang mempercayakan beliau untuk menjaga keluarga dan rumah yang ditinggal berhaji.
Semua yang dilakukannya berbuah manis, siapa sangka dari hasil menyuapi anak-anaknya dengan harta yang halal, anaknya kini sukses dan mendapat pekerjaan yang bisa dikatakan mantap.
Dari hasil kesabaran Abah Roba beliau pun diberangkatkan ke tanah suci oleh sang anak yang menyayanginya.
Sayang, sang istri telah berpulang mendahuluinya, jadi berangkatnya sendirian. Rumah reyot yang dulu ditempati sudah dibangun oleh anaknya pula.
PELAJARAN:
Barangsiapa memberi kelapangan kepada orang Iain, sungguh Allah akan berikan kelapangan kepadanya dari arah yang tidak disangkanya.
Apalagi jika Allah sudah rida kepadanya. Maka, marilah kita menebarkan benih-benih kebaikan dengan ikhlas mengharap ridha Allah•
Sumber : Dikutip dari buku yang berjudul Buku Memang Untuk Dibaca 100 Kisah Islam Inspiratif Pembangkit Jiwa, karya Rian Hidayat Abi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siswi Ini Bunuh Diri Setelah Disuruh Jadi Pelacur Sama Gurunya, Karena Telat Bayar Iuran

Nekat Perk0sa Janda Cantik, Remaja Ini Burungnya Diremas Hingga Dia Tewas

Tak Kuat Layani Istri Minta 'Jatah' 10 Kali Sehari, Suami Lapor Polisi